Makalah
Komunikasi Data
OPEN BTS
Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah
Komunikasi Data
Dosen
Pembimbing: Septia Lutfi, S.Kom, M.Kom
Disusun
Oleh:
Akhmad
Dimyati (NIM : 2116R1183)
FAKULTAS
TEKHNIK INFORMATIKA
SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
2017
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur saya sampaikan ke hadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena
berkat kemurahan-Nya makalah ini dapat saya
selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam
makalah ini saya membahas “Open BTS”, suatu wawasan
yang
perlu diketahui bagi masyarakat luas, terlebih bagi
seseorang yang sedang belajar komunikasi data.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam
pemahaman dan wawasan mengenai Open BTS yang mungkin tidak asing dalam dunia tekhnologi.
I.
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Untuk sebagian orang,
mungkin belum mengetahui apa itu open BTS. Walaupun sudah sering mendengar dari
beberapa media dan praktisi IT, namun banyak juga yang tidak tahu pengertian
sesungguhnya dari Open BTS tersebut dan apa kegunaan nya bagi industri
telekomunikasi Indonesia.
2. Tujuan
·
Mengetahui pengertian Open BTS
·
Mengetahui penggunaan Open BTS
·
Menambah wawasan tentang Open BTS
3. Rumusan
Masalah
·
Apa pengertian tentang Open BTS ?
·
Bagaimana sistem kerja Open BTS ?
4. Metode
·
Mengumpulkan informasi
·
Menganalisis data-data yang sudah ada
II.
PEMBAHASAN
OpenBTS (Open Base Transceiver Station) adalah jalur
akses GSM berbasis perangkat lunak, yang memungkinkan ponsel GSM standar yang
kompatibel untuk digunakan sebagai titik akhir SIP di jaringan Voice over IP
(VoIP). OpenBTS adalah perangkat lunak open-source yang dikembangkan dan
dikelola oleh Range Networks. Peluncuran OpenBTS publik terkenal karena
implementasi perangkat lunak bebas pertama dari tiga lapisan standar protokol
standar industri yang paling rendah. Hal ini ditulis dalam C + + dan dirilis
sebagai perangkat lunak bebas di bawah persyaratan versi 3 dari GNU Affero
General Public License. Open BTS sejatinya merupakan sebuah
aplikasi yang opensource namun dalam pengadaan alatnya/hardwarenya harus
membeli. Open BTS sebenarnya tidak berbeda jauh dengan BTS(Base Transceiver
Station) pada umumnya.
Open
BTS menggunakan perangkat keras yang bernama USRP(Universal Software Radio
Peripheral) untuk memancarkan signal jaringan standar selular (GSM).
Komponen
dasar sistem Open BTS relatif sederhana di bandingkan BTS yang sebenarnya dan
cara kerjanya hampir mirip. Open BTS dalam penggunaannya dapat digunakan di
daerah yang terpencil dan terisolir dari listrik maupun koneksi internet.
Sementara
itu, USRP sendiri berfungsi sebagai transceiver(pemancar dan penerima) sinyal
GSM. Untuk penomoran dan manajemen lalu lintas suara(voice) digunakan aplikasi
Asterisk(protokol VoIP SIP). Fungsi Asterisk mirip perangkat MSC(Mobile
Switching Center) pada sistem GSM. Karena itu Asterisk juga disebut soft switch
karena berbasis piranti lunak. Sedang untuk SMS memakai aplikasi Jabber
protokol XMPP. Semua aplikasi ini free dan open source.
Mengenai
jangkauan, OpenBTS ini bisa menjangkau hingga radius 20 km sehingga socok untuk
diterapkan di wilayah pelosok yang tidak terjangkau jaringan seluler. Selain
itu, SIM card yang sudah tidak terpakai juga bisa digunakan di OpenBTS ini.
Tujuan
awal di ciptakannya Open BTS adalah untuk memenuhi kebutuhan khusus seperti
untuk daerah yang terpencil,untuk daerah bencana,untuk penelitian, serta
sifatnya yang portable sehingga mudah dibawa kemana-mana. Open BTS digunakan
untuk penelitian dikarenakan jika menggunakan BTS yang sebenarnya tentu akan
sulit bagi mahasiswa atau institusi pendidikan karena biaya yang terlalu besar
dan perangkat yang besar. Open BTS bisa didirikan dan diatur dengan cepat dan
berbasis internet.
Karena merupakan penurunan ukuran dari BTS yang
sebenarnya sehingga terdapat fitur-fitur yang berbeda satu sama lain, misal
Open BTS mangganti insfrastruktur tradisional operator GSM, dari Base
Transceiver Station(BTS). Dari yang biasanya trafik diteruskan ke Mobile
Switching Center(MSC),pada Open BTS trafik diterminasi pada box yang sama
dengan cara meneruskan data ke Asterisk PBX melalui SIP dan
Voice-over-IP(VoIP).
Selain
itu penambahan kata Open pada BTS dimaksudkan bahwa jaringan yang dihasilkan
bisa diakses oleh siapa saja atau bisa terhubung kamana saja .Semua orang bisa
menghubungkan ke kartu apapun. Open BTS bisa membuat SSID kemana saja.
OpenBTS menggantikan infrastruktur jaringan inti operator
GSM konvensional dari lapisan 3 ke atas. Alih-alih mengandalkan pengendali
stasiun base eksternal untuk pengelolaan sumber daya radio, unit OpenBTS
melakukan fungsi ini secara internal. Alih-alih meneruskan lalu lintas
panggilan ke pusat peralihan mobile operator, OpenBTS memberikan panggilan
melalui SIP ke soft switch VOIP (seperti FreeSWITCH atau yate) atau PBX
(seperti Asterisk). Perangkat VOIP switch atau PBX ini dapat diinstal pada
komputer yang sama yang digunakan untuk menjalankan OpenBTS sendiri, membentuk
jaringan seluler mandiri dalam satu sistem komputer. Beberapa unit OpenBTS juga
dapat berbagi switch VOIP umum atau PBX untuk membentuk jaringan yang lebih
besar
Antarmuka udara OpenBTS Um menggunakan transceiver radio yang ditentukan perangkat lunak tanpa perangkat keras GSM khusus. Implementasi asli menggunakan USRP dari Ettus Research, namun sejak saat itu telah diperluas untuk mendukung beberapa radio digital dalam implementasi mulai dari BTS skala penuh hingga femtocell tersemat.
Antarmuka udara OpenBTS Um menggunakan transceiver radio yang ditentukan perangkat lunak tanpa perangkat keras GSM khusus. Implementasi asli menggunakan USRP dari Ettus Research, namun sejak saat itu telah diperluas untuk mendukung beberapa radio digital dalam implementasi mulai dari BTS skala penuh hingga femtocell tersemat.
History
Proyek ini dimulai oleh
Harvind Samra dan David A. Burgess dengan tujuan proyek untuk secara drastis
mengurangi biaya penyediaan layanan GSM di daerah pedesaan, negara berkembang,
dan sulit mencapai lokasi seperti rig minyak. Proyek ini awalnya dilakukan
melalui Kestrel Signal Processing, perusahaan konsultan pendiri.
Pada tanggal 14 September 2010, pada konferensi DEMO Fall 2010, para penulis
asli meluncurkan Range Networks sebagai perusahaan start up untuk mengkomersilkan
produk berbasis OpenBTS.
Pada bulan September 2013, Burgess meninggalkan Range Networks dan memulai
usaha baru bernama Legba dan memulai kerjasama yang erat dengan Null Team SRL,
para pengembang Yate. Pada bulan Februari 2014, Legba dan Null mengumumkan
perilisan YateBTS, sebuah garpu dari proyek OpenBTS yang menggunakan Yate untuk
lapisan kontrol dan antarmuka jaringannya.
Legalkah ?
Ketika
praktisi Onno w.Purbo mencoba mengimplementasikan OpenBTS di Indonesia, Badan
Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menilai penggunaan teknologi Open BTS
masih terlarang karena belum ada regulasi yang mengaturnya secara detail.
Namun,
Jika mengacu pada Undang Undang Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999 tentang
Telekomunikasi pasal 3; telekomunikasi diselenggarakan dengan tujuan untuk
mendukung persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat secara adil dan merata, mendukung kehidupan ekonomi dan
kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan hubungan antar bangsa. Termasuk dari
Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM. 21 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan
Jasa Telekomunikasi Pasal 6. Dari pembeberan pasal-pasal dari regulasi di atas,
jelas bahwa penyelenggara jasa teleponi dasar dapat dilakukan oleh non-operator
asal ada ijin menteri.
Sistem kerja OpenBTS
Skema
kerja dari OpenBTS adalah OpenBTS mengganti infrastruktur tradisional dari
operator GSM, dari Base Transceiver Station (BTS) ke belakangnya. Dari yang
biasanya traffik diteruskan ke Mobile Switching Center (MSC), pada OpenBTS
trafik di terminasi pada box yang sama dengan cara mem-forward data ke Asterisk
PBX melalui SIP dan Voice-over-IP (VoIP). Sementara itu, referensi air
interface (Um) menggunakan software-defined radio (SDR) pada Universal Software
Radio Peripheral (USRP) USB board.
Penerapan OpenBTS
Penerapan
pertama dari OpenBTS adalah ketika dipasang di sebuah negara kecil yang bernama
Niue pada 2010 silam. Niue adalah sebuah negara yang sangat kecil dengan
penduduk sekitar 1700 orang yang tidak menarik bagi penyelenggara
telekomunikasi mobile. Struktur biaya OpenBTS sangat cocok untuk Niue yang
sangat mendambakan layanan selular tapi tidak bisa membeli sistem base station
GSM konvensional. Di papua juga merupakan lokasi penerapan OpenBTS. Tercatat
sejak tahun 2014, Kurtis Heimerl membangun OpenBTS di salah satu daerah
terpencil dekat wamena.
Keamanan
Pada konferensi DEF CON 2010, ditunjukkan dengan OpenBTS bahwa panggilan GSM dapat dicegat karena kenyataan bahwa di GSM, handset tidak mengotentikasi base station sebelum mengakses jaringan.
OpenBTS telah digunakan oleh komunitas riset keamanan untuk melakukan serangan terhadap prosesor baseband telepon seluler. Sebelumnya, menyelidiki dan melakukan serangan semacam itu dianggap tidak praktis karena tingginya biaya peralatan base station seluler tradisional.
Pada konferensi DEF CON 2010, ditunjukkan dengan OpenBTS bahwa panggilan GSM dapat dicegat karena kenyataan bahwa di GSM, handset tidak mengotentikasi base station sebelum mengakses jaringan.
OpenBTS telah digunakan oleh komunitas riset keamanan untuk melakukan serangan terhadap prosesor baseband telepon seluler. Sebelumnya, menyelidiki dan melakukan serangan semacam itu dianggap tidak praktis karena tingginya biaya peralatan base station seluler tradisional.
III.
PENUTUP
Kesimpulan
OpenBTS (Open
Base Transceiver Station) adalah jalur akses GSM berbasis perangkat lunak, yang
memungkinkan ponsel GSM standar yang kompatibel untuk digunakan sebagai titik
akhir SIP di jaringan Voice over IP (VoIP). OpenBTS adalah perangkat lunak
open-source yang dikembangkan dan dikelola oleh Range Networks. Peluncuran
OpenBTS publik terkenal karena implementasi perangkat lunak bebas pertama dari
tiga lapisan standar protokol standar industri yang paling rendah. Hal ini
ditulis dalam C + + dan dirilis sebagai perangkat lunak bebas di bawah
persyaratan versi 3 dari GNU Affero General Public License.
Open BTS sejatinya merupakan sebuah aplikasi yang opensource namun dalam
pengadaan alatnya/hardwarenya harus membeli. Open BTS sebenarnya tidak berbeda
jauh dengan BTS(Base Transceiver Station) pada umumnya.
Daftar Pustaka
Untuk Versi Ms. Word silahkan KLIK DISINI GUYS!
Untuk Versi PPT KLIK DISINI GUYS!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar